TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lima Rancangan Undang-Undang (RUU) strategis yang tengah berproses di DPR RI menjadi sorotan.
Pembahasannya didorong agar dilakukan secara terbuka dan melibatkan partisipasi publik, sehingga regulasi yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.
Desakan tersebut disampaikan Aliansi Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) bersama Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI), elemen mahasiswa, dan pelajar.
Mereka berkomitmen mengawal pembahasan lima RUU tersebut hingga proses legislasi selesai.
Sekjen DPP ARUN, Bungas T. Fernando Duling, mengatakan pembahasan di parlemen harus melibatkan kelompok masyarakat