Probolinggo, Beritasatu.com - Nasib Indri Diyah (49), janda tiga anak di Kota Probolinggo, Jawa Timur, berubah setelah status kesejahteraannya dalam data pemerintah naik dari desil 2 menjadi desil 6-10. Perubahan tersebut membuat bantuan sosial (bansos) yang selama ini diterimanya tidak lagi cair.
Indri sehari-hari menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan kerupuk dan tisu keliling menggunakan sepeda tua. Setiap pagi, ia mengayuh sepeda menuju sekolah, perkantoran hingga pasar untuk menawarkan dagangannya.
Jarak yang ditempuh tidak sedikit. Dalam sehari, Indri dapat mengayuh