Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman siber berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kian mengerikan. Kelompok peretas (hackers) yang disebut terafiliasi dengan pemerintah China dilaporkan melipatgandakan intensitas serangan siber global usai mengintegrasikan model AI sumber terbuka (open-source), khususnya DeepSeek, ke dalam taktik peretasan mereka.
Berdasarkan laporan terbaru dari lembaga riset keamanan siber asal Taiwan, TeamT5, volume serangan siber melonjak lebih dari dua kali lipat sejak para peretas mulai melempar tugas-tugas peretasan rutin kepada AI dan menggunakannya untuk menciptakan malware canggih.
Di tengah