REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, menegaskan pentingnya inisiatif dan inovasi masyarakat dalam mendorong perkembangan ekosistem keuangan syariah di Indonesia.
Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah harus diarahkan kepada basis ekonomi sehari-hari — petani, nelayan, pelaku ushaa mikro kecil dan menengah (UMKM), serta jaringan pesantren dan alumni — bukan hanya kepada kelompok usaha besar.
“Indonesia memiliki lebih dari 220 juta penduduk muslim, sekitar 140 juta di antaranya berupa petani, nelayan, dan pelaku UMKM.