Oleh Muhammad Fadli Muslimin; Dosen Institut Seni Budaya Indonesia Aceh
REPUBLIKA.CO.ID,Dua dekade setelah tsunami meluluhlantakkan pesisir Aceh, sebuah paradoks muncul di bangunan-bangunan sekolah bantuan donor. Kokoh di atas panggung tapi tak berdaya menghadapi tempias hujan tropis. Di SDN Lampageu, tim dosen ISBI Aceh hadir dengan solusi arsitektur partisipatif: panel anti-tempias modular yang tak sekadar mengeringkan koridor, tetapi juga menghidupkan kembali resiliensi komunitas.
Aceh menjadi tanah yang akrab dengan duka dan luka pascabencana. Dua puluh tahun setelah gempa dan tsunami 2004