Pengunduran 300 anggota menjadi petunjuk penting “krisis organisasi” yang melatarbelakangi lahirnya Wali Rongpuluh. Di tengah tekanan politik Sarekat Islam, menguatnya perbedaan orientasi keislaman, dan lahirnya Nahdlatul Ulama (NU), KH Mas Mansur memilih mengonsolidasikan Muhammadiyah Surabaya. Bersama dengan 20 tokoh yang kemudian dikenal sebagai Wali Rongpuluh.
Surabaya malam pergantian hari, 1 Juli 1927. Tahun baru Islam baru saja tiba. Di tengah suasana pergantian tahun Hijriah 1436 itu, Muhammadiyah Surabaya menghadapi persoalan yang jauh lebih serius daripada sekadar pergantian kalender.
Organisasi yang