TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Juli hingga September 2026.
Kondisi ini bisa meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memburuknya kualitas udara.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti, mengatakan paparan PM2,5 menjadi salah satu ancaman utama dari kabut asap karhutla.
Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke saluran pernapasan dan berpotensi memengaruhi berbagai organ tubuh.
Asap karhutla tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga membawa partikel dan polutan yang dapat membahayakan kesehatan.
Kelompok