Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini. Pelemahan terjadi ketika pasar menantikan hasil seleksi calon pemimpin baru Bank Indonesia (BI).
Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Kamis (27/8/2026), rupiah melemah 0,31% ke posisi Rp17.750/US$.
Posisi yang sekaligus membalikkan penguatan pada perdagangan kemarin Rabu (26/8/2026), ketika mata uang Garuda ditutup terapresiasi 0,06% ke level Rp17.695/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam