Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan LPG 3 kg bakal melebihi batas atau jebol hingga akhir 2026.
Sebab, realisasi konsumsi hingga pertengahan tahun meningkat dari tahun sebelumnya.
Direktur Jenderal Migas ESDM Laode Sulaeman mengatakan kuota LPG 3 kg ditetapkan sebesar 8 juta MT dalam APBN 2026. Namun, pemerintah memprediksi konsumsi sampai akhir tahun akan mencapai 8,6 juta MT, artinya melebihi kuota 600 ribu MT atau 7,5 persen.