Gerhana Bulan sebagian akan menghiasi langit sejumlah negara pada 27-28 Agustus. Simak cara menyaksikannya.
Berbeda dengan gerhana Matahari, pengamatan gerhana Bulan tidak membutuhkan perlindungan mata khusus.
Pengamat dapat melihat fenomena tersebut secara langsung tanpa risiko kerusakan mata akibat cahaya Matahari.
Meski demikian, binokular atau teleskop dapat membantu memberikan pandangan lebih jelas terhadap pergerakan bayangan Bumi di permukaan Bulan.
Fenomena gerhana Bulan ini tidak dapat disaksikan dari Indonesia.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa