TRIBUNNEWS.COM – Bencana dahsyat yang menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tibet pada 26 Agustus 2026 sempat dikaitkan dengan gempa bumi.
Namun, analisis terbaru menunjukkan bencana tersebut bukan dipicu gempa tektonik.
Pakar gempa bumi dan tsunami dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menjelaskan getaran seismik yang terekam saat kejadian memang memiliki energi setara magnitudo 5,2. Namun, sinyal tersebut bukan berasal dari pelepasan energi tektonik di dalam bumi.
Getaran itu justru dihasilkan oleh runtuhan masif gletser, batu, dan salju atau ice-rock avalanche