Jakarta, Beritasatu.com – Operasi pencarian dan penyelamatan menggunakan helikopter dan drone terus dilakukan pada Kamis (27/8/2026) setelah banjir bandang dahsyat di sepanjang perbatasan Nepal-China. Jumlah korban tewas akibat bencana tersebut mencapai 168 orang, sementara lebih dari 1.300 orang masih dilaporkan hilang.
Dilansir dari Anadolu, Otoritas Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nasional Nepal mencatat 165 orang tewas dan 826 orang masih hilang. Mereka terdiri atas wisatawan, warga negara asing, pejabat sipil, tentara, polisi, serta warga setempat.
Wisatawan yang masih hilang dilaporkan