Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan pentingnya mengembalikan anak-anak ke ruang interaksi fisik dan permainan tradisional berbasis kearifan lokal dalam menghadapi fenomena ketergantungan gawai di kalangan anak-anak.
"Anak-anak ini butuh aktualisasi diri. Sekarang anak-anak kita pulang sekolah, mereka duduk di pojok sofa, di pojok ruang tamu, di pojok kamar, ketawa-ketawa sendiri, senyum-senyum sendiri, merasa menang-menang sendiri. Karena dengan gawai, dia bisa memperlakukan dirinya sesuai dengan apa yang diinginkan dan selalu menjadi pemenang. Akibatnya, ketika