JAKARTA, CNBC INDONESIA - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China di medan tempur digital kian memanas. Pemerintah AS mengatakan jaringan spionase siber asal China secara agresif menyerang AS, khususnya instansi-instansi paling vital, termasuk NASA, Departemen Kehakiman (DOJ), Federal Reserve (The Fed), dan Senat.
Kendati demikian, Washington mengklaim berhasil melumpuhkan jaringan peretas asal China tersebut. Dalam operasi gabungan penegakan hukum, DOJ sukses menyita domain dari dua platform peretasan utama, yakni QScan dan QTRouter, yang digunakan sebagai motor penggerak kampanye spionase