Jakarta, CNBC Indonesia - Pelarian Manpreet Kohli, CEO perusahaan kripto Saitama asal Inggris, tampaknya harus segera berakhir. Pria berusia 45 tahun itu dipastikan bakal segera diterbangkan ke Amerika Serikat (AS) untuk menjalani proses peradilan setelah kalah dalam pertempuran hukum melawan upaya ekstradisi pekan lalu.
Kohli, yang merupakan warga negara India, sebelumnya memimpin proyek token kripto di jaringan blockchain Ethereum bernama Saitama. Pada masa puncaknya, nilai pasar token ini sempat meroket hingga menembus angka US$7,5 miliar (sekitar Rp133 triliun).
Jebakan Token