Kathmandu, Beritasatu.com - Banjir bandang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026), setelah material es, batu, dan sedimen dalam jumlah besar bergerak dari kawasan pegunungan Himalaya.
Sedikitnya 162 orang tewas di Nepal, sementara ratusan lainnya masih belum ditemukan. Bencana tersebut menimbulkan kerusakan besar di kawasan perbatasan.
Pemukiman, jalan, jembatan, fasilitas pembangkit listrik, hingga sejumlah infrastruktur lainnya terdampak oleh derasnya aliran material.
Otoritas Nepal masih melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban yang belum ditemukan. Sementara itu, di sisi