Presiden Prabowo Subianto menyebut nama Muhammadiyah sebanyak empat kali dalam pidato pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Penyebutan Muhammadiyah oleh Prabowo muncul dalam sejumlah konteks, mulai dari penghormatan kepada pimpinan Muhammadiyah, posisi organisasi Islam tersebut sebagai aset bangsa, hingga pengakuan atas dukungan Muhammadiyah terhadap pemerintahannya.
Penyebutan pertama disampaikan Prabowo ketika memberikan penghormatan kepada sejumlah tokoh yang hadir dalam pembukaan muktamar. Salah satunya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.