Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan jutaan barel minyak masih tetap mengalir melalui Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan antara Washinton dengan Teheran.
Hal tersebut dikatakan Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, Kamis (27/8/2026) waktu setempat. Ia menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka meskipun AS memberlakukan blokade dan meningkatkan pengawasan di salah satu jalur perairan paling strategis di dunia tersebut.
“Selat itu terbuka. Selat Hormuz terbuka. AS memiliki kendali, dan kami memiliki blokade. Kami menangkap banyak kapal.