Liputan6.com, Jakarta - Agen AI mulai digunakan untuk menjalankan pekerjaan secara mandiri. Namun, kemampuan ini juga memunculkan risiko baru karena sistem AI kini dapat menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan dengan lebih cepat.
Dikutip dari CNET, Jumat (28/8/2026), sejumlah pakar keamanan siber menilai kemampuan model frontier dalam menemukan kelemahan kode membuat risiko penggunaan AI dalam serangan siber semakin besar.
Menurut mereka, sistem dengan tujuan tertentu dan pertahanan yang lemah akan terus mencari celah untuk mencapai tujuannya, tetapi model AI dapat melakukan