Jakarta (ANTARA) - Kebiasaan mengambil screenshot (tangkapan layar) ponsel menurut penelitian dari Binghamton University, New York, Amerika Serikat, berkaitan dengan gangguan ingatan.
Mengambil screenshot merupakan cara seseorang untuk mengingat atau menyimpan informasi yang mereka butuhkan ketika sedang mengakses ponsel. Penelitian berjudul "Digital Amnesia: The Aftermath of a Screenshot", seperti yang dimuat oleh New York Post, Sabtu (22/8), menemukan bahwa kebiasaan tersebut justru membuat seseorang lebih mudah melupakan sesuatu,
Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai photo-taking impairment effect atau efek gangguan