Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah mencoba bangkit dalam melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan jelang akhir pekan ini. Mata uang Garuda mendapat ruang untuk menguat seiring melemahnya dolar AS dan munculnya kepastian mengenai calon pemimpin baru Bank Indonesia (BI).
Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Jumat (28/8/2026), rupiah terapresiasi 0,03% ke posisi Rp17.710/US$.
Penguatan tersebut membalikkan tekanan pada perdagangan Kamis (27/8/2026), ketika rupiah ditutup melemah 0,11% ke level Rp17.715/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback