Banda Aceh (ANTARA) - Manuskrip Al Quran yang diperkirakan berusia sekitar 180 tahun dari Aceh mulai didigitalisasi guna dilakukan pemeliharaan dan menjaga pengetahuan Islam yang tersimpan di dalamnya.
“Digitalisasi bukan hanya mengubah manuskrip menjadi bentuk digital, tetapi juga menjadi upaya menjaga pengetahuan yang terkandung didalamnya agar tetap dapat dipelajari dan diwariskan,” kata Mahasiswa Program Doktor Studi Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh Nurrahmi, Kamis.
Ia menjelaskan digitalisasi dilakukan karena kondisi fisik manuskrip mulai mengalami kerusakan dan sejumlah