Ribuan orang diyakini masih terjebak di antara lumpur dan puing-puing usai banjir bandang dan tanah longsor menyapu wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8).
Badan Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal (National Disaster Risk Reduction and Management Authority/NDRRMA) pada Kamis (27/8) melaporkan sebanyak 13.295 personel dikerahkan untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan. Mereka terdiri dari aparat kepolisian, tentara, dan angkatan kepolisian bersenjata.
Sebanyak 15 helikopter juga dimobilisasi, antara lain enam milik Angkatan Darat Nepal dan sembilan milik swasta.