Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan industri kecerdasan buatan (AI) kembali memicu alarm bahaya bagi lingkungan. Perusahaan pengembang pusat data (data center) raksasa asal Australia, NextDC, baru saja melaporkan lonjakan konsumsi air dan listrik yang kian mengkhawatirkan, seiring meroketnya permintaan kapasitas komputasi demi mengeruk laba fantastis.
Berdasarkan laporan keuangan hingga periode Juni 2026, rasio efektivitas penggunaan air (water usage effectiveness atau WUE) NextDC melonjak drastis dari 2,25 menjadi 2,40 liter per kilowatt-jam (kWh). Kondisi serupa terjadi pada rasio efektivitas penggunaan daya