Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) berbicara mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan terhadap perdagangan di Bursa Karbon.
Kebakaran yang menimpa sejumlah wilayah Kalimantan ini dapat mengganggu ketersediaan unit karbon yang dapat diperdagangkan pada periode mendatang.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menerangkan perdagangan karbon di pasar modal menggunakan mekanisme vintage, yaitu unit karbon yang dihasilkan dalam periode tertentu. Maka demikian, kebakaran hutan dan lahan saat ini dapat berdampak terhadap ketersediaan unit karbon di masa depan.