Jakarta, Beritasatu.com - Ketika bencana terjadi, bantuan biasanya segera berdatangan. Truk membawa makanan, pesawat mengangkut logistik, kapal membawa bantuan, sementara donasi masyarakat terus mengalir.
Namun, perjalanan bantuan dari gudang hingga ke tangan korban jauh lebih rumit daripada sekadar mengirim barang. Dalam situasi darurat, bantuan yang salah sasaran atau terlambat bisa sama seriusnya dengan kekurangan bantuan.
Setelah bencana, pemerintah harus segera mengetahui siapa yang terdampak, berapa jumlah pengungsi, di mana mereka berada dan apa kebutuhan paling mendesak. Masalahnya, data berubah cepat.