Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Kolaborasi Internasional Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Imaduddin Abdullah menyebut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai masih belum tepat sasaran. Pasalnya, sekitar 42% konsumsi BBM justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang tergolong mampu.
Menurut dia, data menunjukkan bahwa kelompok masyarakat pada desil 9 dan desil 10 yang dikategorikan sebagai kelompok masyarakat mampu, menyumbang sekitar 42% konsumsi BBM.
"Datanya menunjukkan bahwa desil 9 dan desil 10, yang kita kategorikan sebagai kelompok masyarakat mampu,