Tokoh Dayak yang juga Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah mengatakan praktik berladang masyarakat adat di Kalimantan telah berlangsung selama ribuan tahun tanpa menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti yang terjadi belakangan ini.
Menurutnya, masyarakat Dayak memiliki pola berladang yang berbeda dengan aktivitas pembukaan lahan untuk perkebunan. Ia mengatakan masyarakat adat tidak membuka ladang di lahan gambut.
"Orang Dayak tidak berladang di lahan gambut. Gambut itu tebal asapnya, gambutnya tebal, 12 meter," kata