Jakarta (ANTARA) - Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah menegaskan bahwa aktivitas berladang masyarakat Dayak bukan penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).
Menurutnya, aktivitas berladang masyarakat Dayak memiliki karakteristik dan lokasi yang berbeda dengan kawasan perkebunan, terutama terkait lahan gambut.
"Jadi ladang itu, dengan perkebunan itu kadang-kadang bersamaan waktunya (pembukaan lahan). Akhirnya peladang yang disalahkan. Tetapi sebenarnya orang berladang tidak di lahan gambut. Orang berladang itu di lahan mineral," kata Panglima