JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan banyak korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami luka cedera kepala dan patah tulang.
"Biasanya itu karena cedera kepala, kemudian patah tulang terbuka. Jadi patah tulang terbuka itu patah tulang, patah tulang terbuka," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Selain itu korban juga ada yang didapati mengalami cedera tulang belakang.
Menurutnya hal tersebut perlu ditangani melalui operasi oleh dokter subspesialis.