Usai peristiwa kebakaran hutan, apa yang kebanyakan orang lihat adalah asap, kerusakan lahan, juga abu yang tertinggal. Padahal, ada satu bahaya yang kerap luput dari perhatian.
Setelah terjadinya karhutla, ada peningkatan kandungan arsenik di air, khususnya di sungai. Mengapa bisa demikian?
Ilmuwan dari Departemen Environmental Sciences and Engineering University of North Carolina, Jordan Willeford dan rekan-rekannya pernah menganalisis fenomena peningkatan kadar arsenik di air usai karhutla. Mereka melakukan skrining 676 penelitian dan memabaca secara utuh 105 di antaranya.