JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga menyoroti rencana pemerintah mengatur pembelian elpiji 3 kilogram (kg) berdasarkan data desil.
Salah satu warga Jakarta Selatan, Rike (50), mempertanyakan akurasi data tersebut.
"Cara akurasi data penerimanya gimana coba? sementara desil warga masih banyak yang belum sesuai," tutur Rike kepada Kompas.com, Sabtu (28/8/2026).
Rike meminta pemerintah memperbaiki data desil terlebih dahulu jika ingin menggunakannya sebagai acuan penerima bantuan sosial (bansos), termasuk untuk pembelian elpiji 3 kg.
Menurut dia, data yang belum akurat berisiko merugikan masyarakat