Beijing (ANTARA) - Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China pada Jumat (28/8) menyebutkan bahwa negara itu merilis pedoman etika untuk riset pencitraan medis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang bertujuan mengatur pengembangan algoritma, verifikasi uji coba, serta penerapan klinis teknologi tersebut.
Pencitraan medis berbasis AI menggunakan teknologi AI untuk menganalisis hasil pemindaian tomografi terkomputasi (computed tomography/CT), pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging/MRI), dan ultrasonografi (ultrasonography/USG), sehingga membantu dokter mendeteksi lesi serta meningkatkan efisiensi diagnosis.
Namun, teknologi ini melibatkan sejumlah besar