Kendaripos.co.id -- Rencana pemerintah membatasi pembelian elpiji 3 kilogram (kg) berdasarkan pemeringkatan desil mulai menuai keberatan dari masyarakat. Kebijakan tersebut hingga kini belum ditetapkan, namun sejumlah warga mempertanyakan akurasi data yang akan menjadi dasar penentuan penerima subsidi.
Dilansir dari kompas.com, Rany (28), salah seorang warga, menilai data desil yang ada saat ini belum cukup akurat untuk digunakan sebagai dasar pembatasan pembelian elpiji maupun bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Menurutnya, masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah justru berpotensi menjadi kelompok