Istanbul (ANTARA) - Organisasi Maritim Internasional (IMO) mencatat bahwa sebanyak 400 kapal dan 6.000 pelaut masih terjebak di kawasan Teluk, enam bulan setelah konflik di Timur Tengah meletus.
"Meskipun beberapa kapal dan awaknya telah berhasil meninggalkan Teluk, 400 kapal yang membawa sekitar 6.000 pelaut tidak bisa berlayar dengan aman sejak konflik dimulai," kata Kepala IMO Arsenio Dominguez.
Ia menggambarkan situasi di Selat Hormuz—jalur perairan strategis yang dilalui seperlima perdagangan minyak global—masih "belum terselesaikan.”
Badan PBB tersebut telah memverifikasi sedikitnya 70