REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Likuiditas perbankan secara industri masih memadai, meski sejumlah kelompok bank mulai mengalami penurunan. Kondisi tersebut terjadi ketika pertumbuhan kredit lebih cepat dibandingkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Alexander Lubis mengatakan perbedaan pertumbuhan kredit dan DPK menjadi salah satu faktor yang memengaruhi likuiditas sejumlah kelompok bank.
“Karena pertumbuhan kredit lebih cepat daripada pertumbuhan DPK-nya. Maka, meskipun likuiditas secara umum tetap memadai, mulai ditemukan sejumlah kelompok bank yang mengalami penurunan,” kata Alexander