Liputan6.com, Jakarta - Lebih dari 100 perusahaan dan organisasi menyerukan peningkatan pertahanan siber untuk menghadapi ancaman serangan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).
Dikutip dari Gizmodo, Sabtu (29/8/2026), perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, Google, Microsoft, Amazon, dan Oracle menandatangani surat terbuka yang meminta dilakukan global surge in cyber defense. Mereka memperingatkan serangan siber berbasis AI akan semakin luas dan canggih dalam beberapa bulan mendatang.
Kelompok tersebut menilai perkembangan kemampuan AI membuat pelaku serangan siber dapat memperoleh kemampuan yang sebelumnya membutuhkan keahlian khusus.