KOMPAS.com - Serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) kini bukan sekadar ancaman masa depan. Yang lebih mengkhawatirkan, serangan semacam ini semakin sulit dideteksi, baik oleh sistem keamanan maupun manusia.
Senior Director of Solution Management di perusahaan keamanan siber Black Duck, Collin Hogue-Spears, menjelaskan mengapa.
Menurutnya, ancaman terbesar bukan terletak pada kemampuan AI melakukan banyak percobaan dalam waktu singkat, melainkan pada kemampuannya menghubungkan berbagai tahapan serangan dan mengubah strategi secara otomatis ketika upaya sebelumnya gagal.
"Perbedaannya bukan pada cakupan serangan, karena