TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) dalam memasuki abad kedua usianya dinilai telah menunjukkan kematangan yang luar biasa dalam mentransformasikan profil sosial warganya.
Basis massa Nahdliyin yang dahulu identik dengan masyarakat komunal pedesaan, kini telah bergeser secara masif menjadi kalangan profesional perkotaan yang berpendidikan tinggi lulusan berbagai universitas terkemuka.
Namun, di tengah karakter organisasi yang kian modern dan progresif tersebut, pengamat kebijakan sosial asal Australia, Prof. Greg Barton menyampaikan otokritik mengenai masih minimnya ruang representasi bagi kaum perempuan di