Liputan6.com, Jakarta - Rupiah diprediksi bakal tetap berada dalam posisi lemah hingga lima tahun ke depan, meski Bank Indonesia (BI) kelak memasuki era kepemimpinan baru. Ekonom senior, Didik J. Rachbini menilai, pergantian pucuk pimpinan di bank sentral tersebut tidak akan membawa dampak signifikan bagi nilai tukar. Pasalnya, tekanan terhadap rupiah berakar dari masalah struktural ekonomi nasional.
Didik mengungkapkan, besarnya pasar domestik belum mampu menjadi fondasi kokoh bagi penguatan mata uang Garuda karena struktur sektor eksternal Indonesia yang masih rapuh. Meski