Banda Aceh (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengembangkan model konservasi manuskrip terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025.
"Model tersebut dirancang portabel, modular, berbiaya rendah, dan dapat diterapkan secara in situ di wilayah rawan bencana hidrologi," kata Ketua Tim Riset Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan BRIN Husnul Fahimah Ilyas di Banda Aceh, Minggu
Ia menjelaskan pengembangan model konservasi tersebut dilakukan melalui riset kolaboratif BRIN,