TRIBUNNEWS.COM - Pasukan Amerika Serikat menyerang peluncur roket Iran di Selat Hormuz pada Minggu (30/8/2026), dalam aksi militer pertama AS selama sebulan.
Dilansir Associated Press, serangan tersebut mengakhiri jeda pertempuran dalam perang yang berlangsung secara sporadis dan telah berjalan lebih dari enam bulan.
Iran dengan cepat berjanji akan membalas serangan yang disebutnya sebagai serangan mematikan tersebut.
Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terlihat sedang mempersiapkan peluncuran roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz, menurut Tim Hawkins, juru bicara