KALAU Kabupaten Bengkalis yang selama ini dikenal sebagai daerah kaya sudah mulai kesulitan membiayai pembangunan dan membayar kewajibannya, kita patut bertanya: ada apa dengan desentralisasi fiskal kita?
Pertanyaan itu bukan mengada-ada. Bengkalis adalah salah satu daerah penghasil minyak bumi terbesar di Riau.
Selama bertahun-tahun, penerimaan dari minyak dan gas bumi melalui Dana Bagi Hasil (DBH) membuat APBD-nya relatif besar. Daerah ini bahkan pernah menikmati masa ketika APBD menembus sekitar Rp 5 triliun.
Namun, kini ceritanya berbeda. Pada 2026, Bengkalis menghadapi