Lima tahun terakhir menjadi perjalanan yang sangat berarti bagi SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya, yang populer dengan sebutan “SD Musix”. Sekolah ini mulai membuka pintu bagi peserta didik anak berkebutuhan khusus (ABK) sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan inklusif.
Pada awalnya, keputusan tersebut tentu bukan hal yang mudah. Ada keraguan dan kekhawatiran. Bukan hanya dari pihak sekolah dan guru, melainkan juga dari sebagian orang tua siswa. Kekhawatiran yang paling sering mengemuka adalah kehadiran ABK dapat mengganggu kenyamanan serta proses belajar-mengajar