TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode 2026–2031 dinilai sangat legitimatif dan demokratis.
Dosen Ilmu Politik & International Studies Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, menilai proses penentuan kepemimpinan PBNU kali ini berjalan terbuka meskipun melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdhi (AHWA).
"Gus Kikin memimpin perolehan suara terbanyak dengan 472 suara, rata-rata dua kali lipat dibanding perolehan calon Ketum lainnya," kata Umam dalam keterangan kepada