Jakarta, Beritasatu.com - Muktamar ke-53 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah organisasi mengubah mekanisme pemilihan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Jika sebelumnya ketua umum dipilih langsung oleh muktamirin, mekanisme baru memberikan peran lebih besar kepada ahlul halli wal aqdi (AHWA) bersama para kiai sepuh dalam menentukan kepemimpinan organisasi.
Selain membahas kepemimpinan, Muktamar NU 2026 juga menjadi forum untuk merumuskan berbagai agenda keumatan, kelembagaan, dan kebangsaan.
Perhelatan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tersebut