Liputan6.com, Jakarta - Pemadaman listrik berjam-jam dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) menyiksa kehidupan warga Libya. Padahal, negara yang telah lama terjebak konflik, korupsi, dan kebuntuan politik ini merupakan pemilik cadangan minyak bumi terbesar di Afrika.
Di tengah puncak cuaca panas, krisis terburuk dalam beberapa tahun terakhir ini kian mencekik warga. Mereka harus berjuang keras sekadar untuk mendinginkan rumah, menjalankan kendaraan, dan mempertahankan roda usaha. Para pakar dan pejabat PBB menilai, akar masalahnya terletak pada korupsi, buruknya tata kelola pemerintahan,