PERGANTIAN pucuk pimpinan Bank Indonesia bukanlah sekadar peristiwa administratif.
Pengunduran diri Perry Warjiyo dan tampilnya Destry Damayanti sebagai pemimpin baru bank sentral segera menjadi perhatian pasar, karena setiap perubahan di ruang pengambil kebijakan moneter selalu membawa pertanyaan yang lebih besar daripada sekadar siapa yang menduduki jabatan.
Pasar keuangan tidak hanya membaca pergantian nama, melainkan juga kemungkinan perubahan arah, konsistensi, dan kredibilitas kebijakan.
Dalam konteks inilah respons rupiah terhadap kehadiran Destry perlu dibaca secara lebih hati-hati.
Sebab, bagi pasar, seorang gubernur