Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto membandingkan proporsi struktur kabinet Indonesia dengan Timor Leste untuk menjelaskan bahwa banyaknya jumlah kementerian tidak otomatis menandakan pemerintahan tidak efisien.
Prabowo dalam sambutannya di acara penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin, menanggapi anggapan sejumlah pihak yang sebelumnya melabeli jajaran kementerian dan lembaga dalam pemerintahannya sebagai kabinet gemuk.
"Kabinet yang saya susun pernah dikatakan kabinet gemuk, tidak efisien," kata Prabowo saat memberikan sambutan yang dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden di Jakarta.