TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketika lutut terasa sakit, salah satu hal yang paling dicari adalah bagaimana rasa sakit tersebut segera berkurang. Obat pereda nyeri dapat membuat seseorang kembali merasa nyaman.
Namun, rasa sakit yang berkurang tidak selalu berarti kerusakan yang menjadi penyebabnya sudah diperbaiki.
Hal inilah yang menjadi salah satu perbedaan pendekatan kedokteran regeneratif dengan pengobatan yang hanya berfokus pada gejala.
Deputy Director of Stem Cell and Cancer Institut sekaligus Presiden Direktur Regenic, Director of PT Bifarma Adiluhung dr. Sandy Qlintang,